tengkuputra

Archive for 2011|Yearly archive page

Bill of Material (BOM)

Dalam Uncategorized di Maret 1, 2011 pada 4:30 pm

Setelah penyusunan Jadwal induk produksi (MPS) dan telah divalidasi melalui RCCP, maka tahapan selanjutnya didalam PPIC adalah penyusunan Perencanaan kebutuhan material (MRP). Didalam MRP sendiri dibutuhkan input informasi mengenai struktur produk (Bill of Material). Tulisan ini akan membahas mengenai BOM //

Bill of Material Merupakan daftar dari semua material, parts, dans ubass em blies , serta kuantitas dari msing-masing yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk atau parent assembly. BOM juga menggambarkan cara komponen-komponen bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufakturing. MRP menggunakan BOM sebagai basis untuk perhitungan banyaknya setiap material yang dibutuhkan untuk setiap periode waktu //

RCCP (ROUGH CUT CAPACITY PLANNING)

Dalam Uncategorized di Februari 28, 2011 pada 5:02 pm

RCCP dapat didefinisikan sebagai proses konversi dari Rencana Produksi dan atau MPS ke dalam kebutuhan kapasitas yang berkaitan dengan sumber – sumber daya kritis, seperti : tenaga kerja, mesin dan peralatan, kapasitas gudang, kapabilitas pemasok material dan parts, dan sumber daya keuangan // RCCP ditampilkan dalam suatu diagram yang dikenal sebagi Load Profile untuk menggambarkan kapasitas yang dibutuhkan versus kapasitas yang tersedia // Load Profile didefinisikan sebagai tampilan dari kebutuhan kapasitas di waktu mendatang berdasarkan pesanan-pesanan yang direncaanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu periode waktu tertentu //

kata seorang sahabat saya… PPIC itu ilmu Ramal… benarkah ??? //

Dalam Uncategorized di Februari 23, 2011 pada 3:23 pm

ada yang perlu saya dijelaskan….. //

dari percakapan di KMI Room ternyata //

Hafiz : PPIC apaan sih?.

Indra : PPC pit. ppc sisprod.

Hafiz : euh males gila dalemin ilmu ramal. mending ilmu hitam.

Benarkah PPIC itu ilmu ramal atau ilmu terapan perkiraan berdasarkan data ???

kalau ramal ya adalah sebatas perkiraan aja dan tampa data //

PPIC menurut saya adalah perkiraan yang berdasarkan data yang terjadi sebelumnya untuk disimpulkan setelahnya //

………………………. by Tengku Putra ………..

PPIC juru bicara untuk produksi

Dalam Uncategorized di Februari 13, 2011 pada 4:49 pm
PPIC atau  Production Planning & Inventori Control

 

Sering kita kenal dengan istilah PPIC. Yaitu suatu departemen dalam manajemen produksi yang berfungsi untuk mengendalikan dan memastikan rangkaian produksi agar berjalan sesuai keinginan. //

Secara garis besar dapat dijelaskan bahwa tujuan akhir dari PPIC adalah menghadirkan produk yang diminati pasar/pelanggan sehingga perusahaan akan banyak mendapatkan pesanan yang sudah dapat dipastikan bisa diproduksi dengan memenuhi syarat kualitas dan kuantitas sesuai dengan kapasitas dan laju produksi yang diketahui secara pasti, serta jadwal pengiriman yang tepat, sehingga perusahaan akan menang bersaing dan mendapatkan profit yang banyak. //

Dalam prakteknya, PPIC juga sebagai pelaksana dalam pengendalian Sistem Manajemen Mutu pada suatu perusahaan yang menerapkannya. Dengan kata lain, jika suatu perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001, maka akan lebih baik jika perusahaan tersebut telah mempunyai departemen PPIC. //

PPIC (Planning) -. Tugas umum dari PPIC adalah menerima order dari marketing dan
memantau jalannya produksi hingga pengiriman barang. //

Tugas khusus dari PPIC adalah
1.Menerima order dari marketing

2.Order material baik import maupun lokal

3.Follow
up material supaya datang tepat waktu

4.Membuat rangkuman detail order yang akan
dijalankan produksi

5.Memanage semua masalah yang berhubungan dengan material dan
detail baju seperti material rusak, kekurangan material, material hilang, adanya perbedaan
data dari satu design baju

6.Follow up approval dari sample sample baju yang di
kirimkan ke buyer

7.Membuat surat untuk setiap pengiriman sample sample ke buyer

8.Follow up acc sertifikat dan dokumen-dokumen lain ke QC buyer yang bertugas, untuk
kelancaran pembayaran

Nulis lagi… tentang PPIC / Production Planning & Inventory Control

Dalam Uncategorized di Februari 12, 2011 pada 8:20 am

PPIC / Production Planning & Inventory Control

Pada intinya, PPIC bekerja sesuai dengan kaidah empat sehat lima sempurna. Empat sehatnya adalah PDCA (Planing, Doing, Control, Action). Sedang lima sempurnanya adalah Continous Improvement atau perbaikan terus – menerus. Secara ringkas dapat digambarkan sbb :

Planning

Semua komponen sistem manajemen harus dipersiapkan. Makanya PPIC sering disebut Pemersiap Kerja atau Peteknik Industri. Adapun hal – hal yang biasanya dipersiapkan meliputi 5 unsur pokok, yaitu 5M (Man, Money, Material, Machine, Methode).

Man : personil yang dibutuhkan untuk menempati masing – masing stasiun kerja harus dipersiapkan dan ditetapkan kebutuhannya sesuai dengan Standart kompetensi yang seharusnya.

Money : maksudnya bukan uang, tetapi biaya. Artinya perencanaan biaya, atau lebih fokus pada penentuan Harga Pokok Produk. Pada perusahaan besar, bagian cost accounting sudah termasuk merencanakan harga pokok produk.

Material : Bahan baku, bahan pendukung dll harus direncanakan kebutuhannya dan dikendalikan persediaan / stoknya. Sediaan yang banyak belum tentu efisien. Banyak metode – metode yang bisa dipergunakan dalam menentukan rencana kebutuhan dan tingkat sediaan yang tepat. Salah satunya dengan metode MRP (Material Requirement Planning).

Machine : Pada masing – masing stasiun kerja harus ditetapkan spesifikasi dan jumlah mesin yang diperlukan berikut tata letak / layout yang tepat agar tercapai efisiensi dan tidak ada pemborosan karena handling / transportasi serta tidak terjadi arus balik (proses berulang).

Methode : Menetapkan sasaran / target dan strategi masing – masing stasiun kerja. Pembuatan prosedur kerja dan petunjuk teknis / manual instruction yang dilengkapi dengan peralatan / tooling yang diperlukan. Standart Mutu Produk perlu ditetapkan untuk menjaga kestabilan kualitas.

Dengan 5M tersebut, pada akhirnya PPIC dituntuk untuk bisa membuat jadwal produksi yang sesuai dan waktu pengiriman yang tepat.

 

// Doing //

Yaitu proses realisasi dari perencanaan / planning. Dimulai dari pembuatan surat perintah kerja, pendelegasian tugas dan wewenang masing – masing seksi serta mensosialisasikan spek – spek perencanaan lewat media presentasi kepada jajaran produksi. Bagian produksi melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaannya.

Controll

Proses selanjutnya adalah pengendalian pelaksanaan pekerjaan. Bagian PPIC bertanggung jawab terhadap kelancaran proses produksi. Mutu / kualitas hasil kerja tiap stasiun kerja dipantau dan dikendalikan sesuai dengan standart mutu produk yang telah ditetapkan. Pada intinya, proses control adalah memastikan bahwa realisasi produk telah sesuai dengan yang direncanakan. Setiap ketidaksesuaian dicatat sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan berikutnya.

Action

Action adalah melakukan tindakan pencegahan dan atau perbaikan. Semua ketidaksesuaian yang telah tercatat dianalisa untuk ditetapkan tindakan apa yang harus dilakukan. Prinsip skala prioritas harus dipakai dalam menentukan tindakan mana yang harus didahulukan. Metode kerjanya biasanya dengan Brainstorming, Diagram Pareto, Diagram Fishbone dll.

Continual Improvement

Keempat point diatas belum sempurna jika tidak ada perbaikan terus – menerus (berkelanjutan). Pastikan bahwa ketidaksesuaian yang telah diambil langkah perbaikan dan pencegahannya tidak terulang kembali. Kampanyekan setiap ada metode atau cara kerja yang baru kepada setiap pelaku produksi. Usahakan setiap informasi yang penting sedapat mungkin sampai kepada lini yang dimaksud. //

 

 

SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT BUAT KITA // AMIIN YA RABB //

PPIC … (sudah lama tdk menulis tentang PPIC)

Dalam Uncategorized di Februari 12, 2011 pada 8:11 am

LAMA NGGAK NULIS NEEH… AKHIRNYA ADA WAKTU JUGA UNTUK POSTING…

MARI KITA LANJUTKAN TENTANG PEMBAHASAN SISTEM PRODUKSI-NYA..

TAHAPAN PERTAMA DALAM PROSES PPIC ADALAH MENGENAI DEMAND MANAGEMENT. SALAH SATU ALAT DIDALAM PENGELOLAAN PERMINTAAN ADALAH FORECASTING (PERAMALAN)

Peramalan adalah suatu proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang atau jasa

Dalam dunia bisnis, peramalan merupakan dasar bagi perencanaan kapasitas, anggaran, perencanaan penjualan, perencanaan produksi dan inventory, perencanaan sumberdaya, perencanaan pembelian atau pengadaan bahan baku, dan sebagainya

 

Teknik-teknik Peramalan

1.Regresi Linier Sederhana

Bentuk regresi yang paling sederhana dan sering digunakan meliputi hubungan linier antara dua variabel. Tujuan regresi linier adalah untuk memperoleh sebuah persamaan garis lurus yang akan meminimasi jumlah bias vertikal dari titik-titik yang terobservasi dengan garis lurus yang terbentuk.

Metode yang dipakai untuk mendapatkan persamaan tersebut disebut least squares, dan persamaan yang terbentuk adalah

y = a + bx

Dimana, y = Variabel tergantung (dependen)

x = Variabel bebas (independen)

b = Slope

a = Konstanta (nilai y pada saat x = 0)

Besarnya koefisien a dan b dihitung berdasarkan persamaan :

atau

Diketahui n : Jumlah data hasil observasi

Keakuratan perkiraan regresi tergantung pada biasan data sampel disekitar garis, semakin besar luasannya semakin kecil keakuratan perkiraannya.

 

Besarnya kiaasan dapat dihitung berdasarkan perkiraan satandar kesalahan se, sebagai berikut :

 

 

2. Simple Average

Metode simple average merupakan metode yang sesuai digunakan jika data yang tersedia tidak mengandung unsur trend dan faktor musiman. Secara sederhana metode ini menghitung rataan dari data yang tersedia sejumlah n, mengikuti persamaan berikut :

Fi+1 = Σ Ai / N

Dimana : Fi+1 : Peramalan untuk period eke i + 1

Ai : Nilai actual tahun ke – i

N : Banyaknya data

 

 

3. Moving Average

Peramalan dengan teknik moving average melakukan perhitungan terhadap nilai data yang paling baru sedangkan data yang lama akan dihapus. Nilai rata-rata dihitung berdasarkan jumlah data, yang angka rata-rata bergeraknya ditentukan dari harga 1 sampai N data yang dimiliki. Peramalan dengan teknik moving average dapat dihitung menggunakan persamaan berikut :

MAn = Σ Ai / n

Dimana : i : Banyak data (1,2,3……N)

n : angka periode rata-rata bergerak

Ai : nilai actual tahun ke – i

 

 

4. Weighted Moving Average

Metode ini mirip dengan metode moving average, hanya saja diperlukan pembobotan untuk data paling baru dari deret berkala. Sebagai contoh data yang paling baru ditentukan bobotnya sebesar 0.4, data terbaru berikutnya berbobot 0.3, kemudian berturut-turut 0.2 dan terakhir 0.1. Dan perlu diingat bahwa jumlah bobot yang diberikan harus sama dengan 1.00. Dan bobot terberat diberikan pada data yang terbaru.

 

 

5. Centered Moving Average

Perhitungan yang digunakan pada metode ini sama dengan metode moving average. Hanya saja hasil perhitungannya diletakkan pada pertengahan periode yang digunakan untuk menghitung nilai rata-ratanya.

 

 

6. Eksponential Smoothing

Metode ini menggunakan prinsip yang sama dengan teknik moving average, hanya saja eksponensial smoothing memerlukan perhitungan yang lebih sedikit, tidak memerlukan data histories dalam jangka waktu yang lama melainkan hanya data terbaru yang dipakai untuk menghitung peramalannya.

Karakteristik smoothing dikendalikan dengan menggunakan factor smoothing α , yang bernilai antara 0 sampai dengan 1. Fungsi factor ini adalah untuk memberikan penekanan yang lebih terhadap data yang paling baru. Setiap peramalan yang baru berdasarkan pada hasil peramalan sebelumnya ditambah dengan suatu prosentase perbedaan antara peramalan dengan nilai aktualnya pada saat tersebut. Dengan demikian :

Ft = Ft-1 + α ( At-1 – Ft-1 )

Dimana : Ft : Peramalan periode ke-t

Ft-1 : Peramalan periode ke t-1

α : Konstanta smoothing

At-1 : Permintaan aktual atau penjualan untuk

periode t-1

 

 

7. Winter’s

Metode winter’s merupakan metode peramalan yang sering dipilih untuk menangani data permintaan yang mengandung baik variasi musiman maupun unsur trend. Metode ini mengolah tiga asumsi untuk modelnya : unsur konstan, unsur trend dan unsur musiman.

Ketiga komponen diatas secara kontinyu diperbarui menggunakan konstanta smoothing yang diterapkan pada data terbaru dan estimasi yang paling akhir.

Metode winter’s menggunakan model Trend Hold, yang dimulai dengan estimasi trend yang biasa :

Tt = β ( Ft – Ft-1 ) + ( 1 – β ) Tt-1

Dimana : Tt : estimasi nilai trend pada periode t

β : konstanta smoothing unsur trend

Ft : rata-rata eksponensial pada periode t

 

 

8. Single Eksponential Smoothing

Peramalan single eksponensial smoothing dihitung berdasarkan hasil peramalan ditambah dengan peramalan periode sebelumnya. Jadi, kesalahan peramalan sebelumnya digunakan untuk mengoreksi peramalan berikutnya.

Persamaannya adalah :

Ft = αAt + ( 1-α ) F ( t-1 )

 

 

9. Eksponential Smoothing With Linear Trend

Persamaannya adalah :

Ft = αAt + ( 1-α ) F ( t-1 ) + T ( t-1 )

 

 

 

INI DULU YA…

LAIN WAKTU SAYA LANJUTKAN LAGI…

by : TENGKU S.PUTRA

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.